Monday, July 29, 2019

Pengamanan Terhadap Email


Pengertian Email atau suratelektronik adalah suatu sarana untuk mengirim dan menerima surat atau pesan dengan format digital melalui jalur jaringan komputer dan internet.
Sebenarnya cara kerja email ini cukup sederhana. Sama seperti ketika kita menulis surat kepada orang lain. Bedanya, dengan email kita bisa mengirim pesan lebih cepat dan dapat disertai dengan file tertentu yang ingin kita kirim juga.

Beberapa masalah keamanan yang terkait dengan sistem email :
Penyadapan
 Potensi penyadapan ini dapat terjadi karena pengiriman emailmenggunakan protokol SMTP (Simple Mail Transport Protocol) 1 yang tidak menggunakan enkripsi sama sekali. Jika kita berada pada satu jaringan yang sama dengan orang yang mengirim email, atau yang dilalui oleh e maka kita bisa menyadap email dengan memantau port 25, yaitu port yang digunakan oleh SMTP.mail
Demikian pula untuk mengambil email, biasanya digunakan protocol POP (Post Office Protocol)1. Protokol yang menggunakan port 110 ini juga tidak menggunakan enkripsi dalam transfer datanya. Ketika seorang pengguna mengambil email melalui POP ke mail server, maka kita bisa menyadap data yang melewati jaringan tersebut.
Pengaman Penyadapan
  • Agar email aman dari penyadapan maka perlu digunakan enkripsi untuk mengacak isi dari email.
  • Header dari email tetap tidak dapat dienkripsi karena nanti akan membingungkan MTA.
  • Dahulu, proses enkripsi dari email harus dilakukan secara manual oleh pengguna. Dia harus mengenkripsi pesan atau data yang ingin dia kirimkan dengan sebuah program, kemudian menyisipkan (attach) berkas tersebut ke dalam email.
  • Saat ini sudah ada beberapa program (tools) yang dapat mempermudah atau mengotomasinya
  • Contoh program tersebut antara lain Pretty Good Privacy (PGP),GnuPG, dan PEM.


Spam
  • Spam1 adalah didefinisikan sebagai “unsolicited email”, yaitu email yang tidak kita harapkan.
  • Spam ini berupa email yang dikirimkan ke banyak orang.
  • Biasanya isi dari email ini adalah promosi.
  • Spam ini tidak terfilter oleh anti-virus karena memang dia bukan virus.


Pencegahan Spam
  • Spam Filter :Filter terhadap spam harus dilakukan secara khusus. Namun mekanisme untuk melakukan filtering spam ini masih sukar karena kesulitan dalam membedakan antara email biasa dan email yang spam.
  • Statistik (Bayesian) : statistik (Bayesian) yang menghitung kata-kata di dalam email. Jika ada banyak kata yang merupakan kata kunci dari spammer, maka statistik akan menunjukan probabilitas bahwa email tersebut merupakan spam.

Demikian pula membuat email palsu tidak terlalu sukar. Kita tinggal menuliskan informasi yang salah di header dari email. (Misalnya kita konfigurasikan sistem email kita dengan mengatakan bahwa kita adalah si-doel@hotmail.com.) Email yang palsu ini kemudian kita serahkan kepada MTA untuk dikirimkan ke tempat yang dituju. Maka MTA akan melakukan perintah tersebut. Namun perlu diingat bahwa aktivitas kita tercatat oleh MTA.

  • Sebagaipenerima email, kita bisa melihat header dari email. Kita lihat tempat tempat yang dilalui oleh email tersebut.
  • Sayangnya jarang sekali pengguna email melihat isi dari header email sehingga mereka mudah tertipu dengan email palsu.
  • Cara lain untuk memastikan bahwa email berasal dari orang yang bersangkutan adalah dengan menggunakan digital signature
  • Digital Signature adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk meningkatkan keamanan jaringan.
  • Digital Signature memiliki fungsi sebagai penanda pada data yang memastikan bahwa data tersebut adalah data yang sebenarnya (tidak ada yang berubah).


Mirza khamali , Mahasiswa Magister Ilmu Komputer , Universitas Budi Luhur

Wednesday, July 24, 2019

Tujuan Dan Keamanan Menggunakan JWT Token


JSON Web Token (JWT) merupakan access token dengan format JavaScript Object Notation. Token tersebut digunakan sebagai autentikasi token pada clientserver. Token JWT didesain ringkas dan urlsafe.
JWT tersusun atas 3 bagian yaitu header,payload dan signature. Bagian header berisi informasi tentang signature JWT untuk diproses validasi JWT. Payload pada JWT merupakan data aplikasi dimasukkan kedalam JWT. Pada Signature JWT digunakan untuk membuat nilai digest dari header dan payload. Bentuk akhir dari token JWT berupa string yang menggunakan encoding base64url. Berikut Structure JWT Token.


Mekanisme autentikasi dilakukan dengan memberikan data kredensial client kepada server untuk diidentifikasi kemudian apabila berhasil melakukan autentikasi maka diberikan sebuat token yang digunakan untuk melakukan request terhadap resource yang tersedia pada sisi server. Gambar Berikut Proses Autentikasi menggunakan JWT Token.


Tujuan JWT Token :
  • Untuk mengamankan proses autentikasi dengan cara mengenarate token.
  • Token dapat saja kedaluwarsa setelah beberapa waktu. Jadi pengguna nantinya akan diminta untuk masuk (log in) sekali lagi. Dimana hal ini dapat membantu mengamankan transaksi yang dilakukan.
  • Performance saat proses login karena selama masih menggunakan App atau api yang sama, token bisa digunakan sebelum proses jangka waktunya habis.

Tuesday, June 25, 2019

Keamanan Database



Berkembangnya pengolahandata,tidak jarang satu aplikasi menggunakan database yang sama untuk aplikasi yang lainnya. Jalan yang bisa ditempuh adalah dengan cara mengkopi database yang dibutuhkan tersebut dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain. Hal ini merupakan jalan pintas, agar aplikasi yang membutuhkan data tadi bisa dioperasikan. Begitu seterusnya sehingga kegiatan kopi database merupakan suatu kebutuhan dari aplikasi tersebut.
Melihat kondisi diatas, maka keamanan data menjadi suatu hal yang sangat penting. Karena bukan hal yang mustahil bahwa data yang dipertukarkan akan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka.


Penyalahgunaan Database :
  1. Tidak disengaja, jenisnya :
·        kerusakan selama proses transaksi
·        anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren
·        anomali yang disebabkan oleh pendistribuasian data pada beberapa komputer
·        logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan konsistensi database.
  1. Disengaja, jenisnya :
·        Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang.
·        Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang.
·        Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang.


Keamanan Data :
1. Otorisasi :
  • Pemberian Wewenang atau hak istimewa (priviledge) untuk mengakses sistem atau obyek database
  • Kendali otorisasi (=kontrol akses) dapat dibangun pada perangkat lunak dengan 2 fungsi :
  • Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
  • Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
  • Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan membuat account pengguna.

2. Tabel View :
  • Merupakan metode pembatasan bagi pengguna untuk mendapatkan model database yang sesuai dengan kebutuhan perorangan. Metode ini dapat menyembunyikan data yang tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh pengguna.
3. Backup data dan recovery :

Backup : proses secara periodik untuk mebuat duplikat ari database dan melakukan logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal.

Recovery : merupakan upaya uantuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.

4. Kesatuan data dan Enkripsi :

  • Enkripsi : keamanan data
  • Integritas :metode pemeriksaan dan validasi data (metode integrity constrain), yaitu berisi aturan-aturan atau batasan-batasan untuk tujuan terlaksananya integritas data.
  • Konkuren : mekanisme untuk menjamin bahwa transaksi yang konkuren pada database multi user tidak saling menganggu operasinya masing-masing. Adanya penjadwalan proses yang akurat (time stamping).




Keamanan pada Penggunaan SSH


Nama : Mirza Khamali , Mahasiswa : Pasca Sarjana Universitas Budi Luhur

SSH (Secure Shell) merupakan aplikasi klien dan server yang menyediakan secure remote login malalui internet maupun jaringan yang tidak terpercaya ( untrusted network ). Contoh Koneksi yang menggunakan SSH.


SSH bertujuan untuk menggantikan rsh, rlogin, rcp dan protokol telnet. SSH menggunakan protokol berbasis paket biner yang dapat bekerja pada semua lapisan transport yang mampu melewatkan data biner. SSH tersedia sebagai versi komersial dan versi gratis. Untuk versi gratis terdapat beberapa pilihan seperti OpenSSH (Unix,Windows) , LSH (Unix), PuTTY (Windows), Okhapkin’s port of SSH1 (Windows), MacSSH (Macintosh), TeraTerm (Windows), MindTerm (Unix,Windows), NiftyTelnet 1.1 SSH (Macintosh). Sedangkan untuk versi komersial SSH Communication Security (Unix,Windows), F-Secure SSH (Unix,Windows), Secure CRT, SecureFX (Windows), VShell (Windows).


Kenapa SSH diamankan? 

Karena settingan awal dan default pada ssh itu masih menjadi incaran empuk untuk penyerangan dari orang-orang, contoh macam-macam serangan ke ssh dictionary attacks , brute attach dll. Bagaimana jika ada seseorang yang bisa masuk ke ssh server maka orang tersebut dapat masuk ke server dan bisa akses ke directory komputer. Jika anda yang menjadi seorang admin server atau menjadi bagian team infra akan berasa malu kepada perusahaa anda, jika perusahaan anda mengetahui hal ini. Namun jika perusahaan anda tidak mengetahui telah terjadi penyusupan terhadap server tidak jadi masalah, tetapi masalah akan timbul jika penyusup tersebut malakukan hal-hal yang tidak diinginkan misalnya merubah konfigurasi system sehingga server anda bermasalah dan masih banyak kemungkinan lainnya.
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan SSH, yaitu :
  1. Gunakan password yang baik dan aman, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap keamanan ssh. Bayangkan saja jika anda menggunakan user “admin” dan passwordnya “admin”, user dan password seperti ini sangat umun dan mudah ditebak. Sebaiknya gunakan kombinasi huruf, angka dan symbol pada password anda.
  2. Melarang root login via SSH. Hal ini dilakukan karena jika password root dapat dibobol maka penyusup dapat dengan mudah melakukan segala hal di dalam computer kita.
  3. Mengubah default port ssh 22  ke port lain, misalnya port 1138.
  4. Secara default ssh mengijinkan semua user untuk login via ssh. Kita dapat mengaturnya agar hanya user tertentu saja yang dapat login. Misalnya kita hanya mengijinkan usera yang dapat login via ssh.
  5. Batasi pengakses dengan hanya mengijinkan IP tertentu yang dapat mengakses computer via ssh. Caranya dengan mengatur konfigurasi pada /etc/hosts.deny untuk mangatur IP yang tidak diijinkan meremote dan /etc/hosts.allow untuk mengatur IP untuk yang diijinkan untuk meremote.
  6. Menginstall denyhosts. Jika kita mempunyai sebuah server/komputer dengan IP public, server/komputer ini sangat rentan terhadap serangan dari luar. Salah satu serangannya, biasanya dilakukan dengan memaksa masuk ke server (login) dengan kombinasi username dan password yang berbeda-beda secara berulang-ulang. Denyhosts ini akan memblok IP yang gagal melakukan log in ke komputer/server dengan batasan beberapa kali percobaan. Alamat IP tersebut otomastis akan dimasukan ke dalam file /etc/hosts.deny. Salah satu kelebihan denyhosts adalah aplikasi ini dapat mengirim report melalui email.

Wednesday, May 29, 2019

Keamanan Web Wervices



Kemanan Web Service adalah sistem pengamanan pada user akses atau integrase sistem akses ke web service tersebut.
Dengan kemudahan integrasi antar Web Service, yang menjadi masalah adalah memastikan AUTHN (otentikasi) dan AUTHZ (otorisasi) yang tepat untuk akses web service tersebut.Web Service dapat dibuat hanya memberikan akses pada web service tertentu atau module terntu "perlu memiliki hak akses" berdasarkan AUTHN dan AUTHZ yang tepat. Skema AUTHN yang tepat memungkinkan pembuat web service (Web Service atau layanan) untuk mengidentifikasi pengguna dengan benar (user atau aplikasi yang mengakses) dan untuk mengevaluasi tingkat akses mereka (authz). Dengan kata lain, dapatkah user menggunakan metode akses tertentu (logika tertentu) berdasarkan akses/kredensial yang diberikan ?


Metode yang paling sering digunakan untuk otentikasi dan otorisasi termasuk

  • Static strings : yaitu kata sandi yang disediakan oleh Web Service kepada user akses.
  • Dynamic tokens: yaitu metode pemberian token dengan memberikan waktu akses dari layanan otentikasi.
  • User-delegated tokens: yaitu token OAuth yang diberikan untuk otentikasi pengguna/user.

Metode di atas memberikan tingkat keamanan yang berbeda dan kemudahan integrasi. Seringkali, metode integrasi yang mudah akan menggunakan model keamanan terlemah.

Static strings

Dalam metode static strings, user pengguna atau klien Web Service embed string sebagai token setiap memanggil web service. Metode ini sering disebut sebagai otentikasi dasar. "Dari sudut pandang keamanan, otentikasi dasar tidak terlalu bagus dari segi keamanan. Ini berarti mengirim kata sandi pengguna melalui jaringan dalam teks untuk setiap halaman yang diakses (kecuali protokol tingkat rendah yang aman, seperti SSL, digunakan untuk mengenkripsi semua transaksi Dengan demikian, pengguna sangat rentan terhadap paket sniffer di internet”.

Dynamic tokens

Ketika Web Service aksesnya hanya menggunakan dynamic tokens, yaitu memberikan waktu kadaluarsa yang di embed ke token. Token memiliki waktu kadaluarsa akses yang di sebut The token has a time to live (TTL) jika tokennya kadaluarsa untuk akses user harus mendapatkan token baru. Metode Web Service memiliki algoritma pemeriksaan waktu kadaluarsa, dan jika token kadaluarsa, permintaan untuk akses ke web service tidak bisa dilakukan. "Contoh token tersebut adalah JSON Web Token. Klaim" exp "(waktu kedaluwarsa) mengidentifikasi waktu kedaluwarsa pada atau setelah mana JWT TIDAK HARUS diterima untuk diproses."

User-delegated token

Jenis token ini digunakan dalam sistem di mana aplikasi perlu mengakses Web Service dengan user pengguna aplikasi itu. Yaitu dengan menggunakan ID pengguna dan kata sandi ke aplikasi, pengguna memberikan token yang memberikan izin pengguna untuk aplikasi akses ke Web Service.
Otorisasi OAuth 2.0 untuk memperoleh akses terbatas ke HTTP Service, baik atas nama pemilik/owner dengan mengatur persetujuan akses, atau dengan memungkinkan aplikasi untuk mendapatkan akses atas namanya sendiri.

References


Tuesday, April 30, 2019

Keamanan Website


Web adalah mempresentasikan informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dll dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh perangkat lunak yang disebut browser.  Web Browser  adalah program / aplikasi yang digunakan untuk membuka halaman web. Dan Web Server  adalah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP /HTTPS dari klien dan mengirimkan hasilnya dalam bentuk halaman web (dokumen HTML) .




Cara mengamankan Web dari sudut pandang sistem:

  • Mengamankan server yang memberikan konten kepada user melalui Web.
  • Mengamankan transportasi informasi antara user dan server melalui Web.
  • Mengamankan komputer user dari serangan melalui koneksi Web.

  • User mengakses  website berupa URL melalui Web Browser (media untuk menuju URL yang diakses).
  • Web Browser  mengirimkan permintaan berupa HTTP Request kepada Web Server melalui layer TCP/IP.
  • Web Server memberikan Web Files yang di-request (jika ada) melalui HTTP  Response  melalui layer TCP/IP.
  • Web Browser menerima  Web Files, dan kemudian dikirimkan kepada User berupa Display.
Penanganan Ancaman Pada Web
  • Mencegah user yang tidak sah untuk mengakses data sensitif

  1. Otentikasi: mengidentifikasi user untuk menentukan apakah mereka adalah orang yang berwenang
  2. Akses kontrol: mengidentifikasi sumber daya yang membutuhkan perlindungan dan siapa saja yang  memiliki akses kepada mereka

  • Mencegah penyerang mencuri data selama transmisi yaitu dengan cara melakukan enkripsi (biasanya dengan Secure Sockets Layer)
  • Mengumpulkan informasi user ID dari end user ("log in") yaitu biasanya melalui dialog / antarmuka browser , informasi user ID biasanya mengacu pada username dan password.
  • Memindahkan  informasi user ID ke server web Tidak aman  (HTTP) maupun aman (HTTPS = HTTP melalui SSL)
  • Verifikasi ID dan password -> Realms menyimpan username, password, dll, dapat diatur dengan cara LDAP, RDBMS, dll dan Validasi: cek di server web jika user ID & password match dengan yang ada di Realms.
  • Menjaga otentikasi user sebelumnya untuk operasi HTTP selanjutnya


.


Friday, March 29, 2019

Keamanan Bertingkat Pada Database


Database Adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer yang dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur data dan juga batasan-batasan pada data yang kemudian disimpan.

Karena dengan keamanan satu level masih rentan terhadap pencurian informasi karena nilai ekonomis yang tinggi. Berikut Gambar Potensi Ancaman Basis Data :

Konsep Keamanan Bertingkat Basis Data:
  • Meningkatkan deteksi resiko serangan
  • Mengurangi kesempatan berhasilnya penyerangan


Tingkat Pengamanan Pada Database Relasional
  • Relasi user diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses langsung suatu relasi.
  • View user diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses data yang terdapat pada view.
  • Read Authorization user diperbolehkan membaca data, tetapi tidak dapat memodifikasi.
  • Insert Authorization user diperbolehkan menambah data baru, tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada.
  • Update Authorization

user diperbolehkan memodifikasi data, tetapi tidak dapat menghapus data.
Index Authorization à user diperbolehkan membuat dan menghapus index data.
Resource Authorization à  user diperbolehkan membuat relasi-relasi baru.
Alteration Authorization à  user diperbolehkan menambah/ menghapus atribut suatu relasi.
Drop Authorization à user diperbolehkan menghapus relasi yang sudah ada.
  • Delete Authorization user diperbolehkan menghapus data.


Nama : Mirza Khamali , Magister Ilmu Komputer Universitas Budi Luhur

Wednesday, June 1, 2011

Serang Server dan IP

Serang Server dan IP
Dalam dunia hacking (tepatnya cracking ding!?) dikenal beberapa jenis serangan terhadap
server. Berikut ini jenis-jenis serangan dasar yang dapat dikelompokkan dalam minimal 6
kelas, yaitu:

Intrusion

Pada jenis serangan ini seorang cracker (umumnya sudah level hacker) akan dapat
menggunakan sistem komputer server. Serangan ini lebih terfokus pada full access granted
dan tidak bertujuan merusak. Jenis serangan ini pula yg diterapkan oleh para hacker untuk
menguji keamanan sistem jaringan mereka. Dilakukan dalam beberapa tahap dan tidak dalam
skema kerja spesifik pada setiap serangannya (dijelaskan pada artikel lain).
Hacking is an Art!? =)

Denial of Services (DoS)

Penyerangan pada jenis DoS mengakibatkan layanan server mengalami stuck karena kebanjiran
request oleh mesin penyerang. Pada contoh kasus Distributed Denial of Services (DDoS)
misalnya; dengan menggunakan mesin-mesin zombie, sang penyerang akan melakukan packeting
request pada server secara serentak asimetris dan simultan sehingga buffer server akan
kelabakan menjawabnya!? Stuck/hung akan menimpa server. Jadi bukan server lagi namanya!?
(servicenya mati masak dibilang server? hehehe....)

Joyrider

Nah, ini namanya serangan iseng!? Karena kebanyakan baca novel-novel hacking dan gak bisa
belajar benar, isenglah jadinya nyoba-nyoba nyerang pake ilmu-ilmu instan super cepat
(istilahnya 'onani' dimesin orang). Atau dengan alasan pengen tau isinya mesin orang!? =).
Yang jelas serangan jenis ini rata-rata karena rasa ingin tau, tapi ada juga yang sampe
menyebabkan kerusakan atau kehilangan data.

Vandal

Jenis serangan spesialis pengrusak!? nothing else to explain mbah!? =)

Scorekeeper

Serangan yang bertujuan mencapai reputasi hasil cracking terbanyak. Biasanya hanya
berbentuk deface halaman web (index/nambah halaman) dengan memampangakan NickName dan
kelompok tertentu. Sebagian besar masih tidak perduli dengan isi mesin sasarannya =).
Saat ini jenis penyerang ini lebih dikenal dengan sebutan WannaBe/Script kiddies.

Spy

Tiga hurup saja. Jenis serangan untuk memperoleh data atau informasi rahasia dari mesin
target. Biasanya menyerang pada mesin-mesin dengan aplikasi database didalamnya. Kadang
kala suatu perusahaan menyewa 'mata-mata' untuk mencuri data perusahaan rivalnya


1. IP Spoofing

IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga
sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar
network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan
serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari
Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C. IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’
packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk
routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah
untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker
tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.

2. FTP Attack

Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang
diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk
mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service.
Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil
resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang
attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa
membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang
diserang.

Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering
dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki.
Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di
upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow
Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce
attack(menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui atau mensniff
informasi yang berada dalam sistem.


3. Unix Finger Exploits

Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi
diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan
peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang
sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk
melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact. Utility ini juga
menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada
dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem.

Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha cracker dalam menembus sebuah
sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi
seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk
memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap system.


4. Flooding & Broadcasting

Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara
significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa
menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan
dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua
station yang berada dalam network serangan ini dinamakn broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini
adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya
menyerah.

Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or
volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas
besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu
network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup
power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas
proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar
akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.

5. Fragmented Packet Attacks

Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya
mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa
firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi
alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash.
Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk
menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.


6. E-mail Exploits

Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command
manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode
(malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email
bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file
aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).

7. DNS and BIND Vulnerabilities

Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain
(BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis
yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).

8. Password Attacks

Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak
perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi
online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP.
Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin
saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka
sesuatu yang dilindungi oleh password. Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang
dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih
karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat
meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai
hal ini dengan cara teknikal. Kebnayakan seranagn yang dilakukan terhadap password adalah menebak
(guessing), brute force, cracking dan sniffing.


9.Proxy Server Attacks

Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan
proses dari beberapa host dalam suatu trusted network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai
kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem
saya akan bisa juga saya lakukan dalam system anda dan sebaliknya.


10. Remote Command Processing Attacks

Trusted Relationship antara dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource
sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota
network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan
pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi
perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.

11. Remote File System Attack

Protocol-protokol untuk tranportasi data –tulang punggung dari internet— adalah tingkat TCP (TCPLevel)
yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network
dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk
mendapatkan akses ke direktori file.

12. Selective Program Insertions

Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program
penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ☺) pada
system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini
mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan
membuka backdoor.


13. Port Scanning

Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai
macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi.
Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk
publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.

14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
Interception

TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan
informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force,
serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.

15. HTTPD Attacks

Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd
bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.
HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan errors pada port yang digunakan
untuk web traffic dengan cara memasukan banyak carackter dan string untuk menemukan tempat
overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukkan
string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan attacker
akses ke command prompt.

Kelemahan Windows Yang Berguna

Pernahkah anda berpikir bahwa Microsoft Windows mempunyai sebuah kelamahan yang dapat berguna untuk mengamankan data, baik dari serangan virus maupun dari tangan orang-orang tidak bertanggung jawab. Sebulan yang lalu sebelum saya menulis artikel ini, saya hendak menyimpan data tugas Hardware kampus kedalam flashdisk. Dikarenakan tugasnya membahas menganai port Mainboard, maka saya membuat sebuah folder di drive D:\ dengan nama COM1, dan hasilnya folder tersebut tidak dapat dibuat. Kemudian saya mencoba lagi membuatnya dengan nama yang berbeda yaitu COM2, namun tak juga bisa, yang ada Cuma folder akan kembali secara otomatis dengan nama “New Folder”. Saya kemudian penasaran, mencoba dari COM3 dan seterusnya. Hasilnya baru setelah di COM10, folder tersebut terbentuk (COM1 sampai COM9 gagal terbentuk).



Belum putus asa, saya akhirnya mencoba memaksakan diri untuk membuat folder tersebut (COM1) dengan masuk di Command Prompt. Seperti biasanya saya menggunakan perintah MD untuk membuat direktori. Lengakapnya D:\Md COM1 (Enter). Hasilnya muncul pesan The Directory Name Is Invalid. Alias folder tidak berhasil terbentuk.
Kemudian saya mencoba dengan perintah lain untuk membuat direktori tersebut, yaitu D:\mkdir com1, tapi hasilnya tetap saja tidak bisa.

Setelah merenung begitu lama, Akhirnya saya mencoba membuatnya dengan perintah kuno, yaitu D:\mkdir .\com1.\ dan berhasil.



Tapi folder tersebut tidak dapat di Delete, di Rename, di Copy dan dipindahkan. Kecuali setelah saya memformat flashdisk saya, baru folder tersebut dapat terhapus.



Dari sini saya kemudian memamfaatkan kelemahan ini, yaitu dengan mengamankan/mengcopy seluruh data penting saya kedalam folder tersebut. Hasilnya berbagai macam virus yang mencoba mengganggu data saya tak mampu mengaksesnya (Data tetap untuh). Dan yang sering terjadi belakangan ini, kebanyakan virus mencoba menyembunyikan folder didalam flahdisk dan tak jarang pula menyembunyikan folder di harddisk. Tetapi dengan pembuatan folder tersebut, virus tak mampu mengubah attribut pada folder itu (tak mampu menyembunyikan).


*catatan
Selain COM1 sampai COM9, ada beberapa nama folder yang demikian, misalnya: CON, NUL, PRN, AUX, LPT1 sampai LPT9. Penyebabnya mungkin saja nama-nama folder tersebut merupakan bagian port hardware yang tidak sengaja ditulis oleh Microsoft kedalam source code Sistem Operasi Windows. Mungkin Saja!!!.

COM1 sampai 9 :First serial communications port
CON : Keyboard and display
PRN :System list device, usually a parallel port
AUX :Auxiliary device, usually a serial port
NUL :Bit-bucket device
LPT1 sampai 9 - parallel printer port.



Selamat Mencoba ..........